Stigma yang berkembang di masyarakat tentang jerawat adalah penyakit yang remeh dan sepele tak sepenuhnya benar. Jerawat jika tidak ditangani secara benar justru akan menjadi masalah tersendiri bagi orang yang menderitanya. Resiko paling umum adalah timbulnya noda-noda hitam membekas. Bisa juga berupa bopeng-bopeng di wajah. Hal yang paling ekstrim yaitu timbulnya kanker kulit, tapi untuk yang terakhir ini jarang terjadi di lingkup masyarakat kita.
Lantas, apa yang harus diperbuat? Ada dua langkah yang bisa kita ambil menghadapi si jerawat ini. Pertama, langkah preventif alias pencegahan. Dan kedua, langkah pengobatan. Untuk langkah preventif alias pencegahan, tentu kita mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan tumbuhnya si jerawat diantaranya :
1. Membersihkan muka dan tubuh secara rutin sesuai dengan karakter kulit kita. Semisal jika kulit kita memiliki karakter berminyak, tentu memerlukan perawatan yang lebih extra dari pada yang memiliki kulit normal. Demikian pula dengan seseorang yang memiliki kulit kering akan berbeda cara merawatnya.
2. Pilihlah sabun yang sesuai dan cocok dengan sifat kulit kita. Untuk saat ini sangat mudah mencari produk sabun atau pembersih muka yang sesuai dengan karakter kulit kita. Karena selain pilihannya beragam, ketersediannya juga mudah kita jumpai di toko-toko, supermarket atau bahkan toko obat di sekitar kita.
3. Makan-makanan yang bergizi dan sehat secara seimbang serta teratur. Hindari makanan yang bisa menjadi pemicu timbulnya alergi dan jerawat. Sebagian orang ada yang ketika mengkonsumsi kuning telur dan kacang-kacangan akan timbul jerawat. Sebaiknya kita mengenali sifat tubuh kita sehingga kita bisa menentukan apa yang seharusnya kita konsumsi dan tidak untuk tubuh kita;
4. Jauhkan pikiran kita dari stress yang berlebihan. Berusaha hidup secara seimbang dan biasakan memiliki pikiran yang positif. Jangan lupa untuk senantiasa mendekatkan diri dengan Sang Pencipta alam semesta.
5. Olahraga teratur dan terukur. Ini penting untuk membuat tubuh menjadi fit dan memiliki proses metabolisme yang baik sehingga bisa juga menjadi langkah antisipatif selanjutnya.
6. Memakai masker tertentu. Sebagian masyarakat kita percaya jika masker buah-buahan seperti bengkoang atau mentimun dapat menjadi sarana untuk mengantisipasi timbulnya jerawat. Namun, akhir-akhir ini ada juga terapi di luar sana yang banyak dilakukan oleh praktisi kesehatan kulit dengan menggunakan sarana putih telur, coklat, madu, colagen dan lain sebagainya. Meski keefektifan terapi tersebut perlu dibuktikan lebih lanjut secara ilmiah.
Selanjutnya yang kedua, langkah-langkah pengobatan setelah timbulnya jerawat. Beberapa diantaranya adalah :
1. Pengobatan sendiri. Jika dirasa jerawat yang tumbuh merupakan sesuatu yang ringan, maka pengobatanya bisa dilakukan sendiri di rumah dengan menggunakan obat jerawat baik dari luar maupun dari dalam (diminum). Sebaiknya jangan memencet-mencet sendiri jerawat, apalagi dengan tangan yang kurang bersih. Memencet jerawat justru akan membuat si jerawat akan tenggelam makin dalam. Atau jikapun jerawat berhasil dikeluarkan akan timbul noda hitam bekas pencetan. Sebaiknya hindari hal itu
2. Pengobatan dokter. Jika menjumpai kasus jerawat yang parah atau dalam taraf menggangu, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter kulit terdekat. Disana kita akan mendapatkan saran dan pengobatan yang tepat. Dalam hal ini, jangan menjadi dokter atas diri kita sendiri dimana tanpa memiliki pengetahuan yang cukup berusaha untuk mengobati sendiri. Ingat, pengobatan yang salah akan memperparah jerawat itu sendiri.
Semoga setelah mengetahui hal-hal diatas kita bisa memperlakukan jerawat dengan baik dan benar. Agar dalam mencegah maupun mengobati tidak salah kaprah dan justru akan merugikan diri kita selanjutnya. Mari hidup sehat tanpa jerawat.
Sabtu, 30 April 2016
Apa Itu Jerawat dan Jenis-jenisnya?
Siapa yang tidak mengenal jerawat? Hampir dari kita baik perempuan maupun laki-laki semua mengenal dan pernah “jerawatan” di bagian tubuh kita. Entah wajah, punggung, kepala, tangan, dan lain sebagainya. Jika itu menimbulkan rasa sakit tentu itu mengganggu, tapi pada umumnya jerawat tidak begitu menimbulkan rasa sakit kecuali tersentuh tangan, itupun jika jerawat itu ada di bagian tubuh kita yang memiliki syaraf halus dan peka. Jerawat akan sangat mengganggu jika dia tumbuh di bagian wajah dan sangat nampak keberadaannya, terutama bagi kaum hawa tentu ini menjadi masalah tersendiri.Jerawat pada dasarnya adalah keadaan di mana pori-pori kulit kita tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Jerawat adalah sebuah penyakit kulit yang memiliki jumlah penderita yang cukup besar. Seorang peneliti masalah jerawat ternama di dunia berpendapat, “Tak ada seorangpun di dunia ini yang kulitnya tidak pernah ditumbuhi jerawat. Kemungkinan besar penyebabnya adalah perubahan hormon yang merangsang kerja kelenjar minyak di kulit. Perubahan hormon lainnya yang dapat menjadi pemicu tumbuhnya jerawat adalah masa kehamilan, pemakaian pil KB, menstruasi, dan depresi atau stress“
Dari jenisnya, jerawat dapat dibedakan menjadi :
1. Jerawat Biasa
Jerawat biasa pada dasarnya adalah jerawat yang mudah kita kenali. Karena, kebanyakaan orang pernah menderita jerawat jenis ini. Jerawat biasa memiliki tekstur tonjolan kecil berwarna merah muda atau kemerahan. Jerawat ini timbul karena pori-pori yang tersumbat dan terinfeksi oleh bakteri jenis propioni bacterium acne. Bakteri ini biasanya berkembang di saluran kelenjar sebaceous yang tersumbat, yaitu di daerah tempat beradanya asam lemak pada kantung kelenjar sebaceous yang tersembunyi di dalam pori-pori kulit. Bakteri yang menginfeksi bisa dari kuas jari tangan, make up, lap wajah, juga telepon genggam. Faktor hormon, stress dan kelembapan udara, dapat mendorong kemungkinan munculnya jerawat.
2. Jerawat Batu (Cystic acne)
Kita bisa mengenali cystic acne ini dari ukurannya yang relatif besar-besar, dengan peradangan hebat, berkumpul diseluruh bagian muka. Berbeda dengan jerawat biasa, para penderita cystic acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yang menderita jerawat sejenis. Secara genetik penderitanya memiliki:
• Kelenjar minyak yang terlalu aktif sehingga membanjiri pori-pori dengan kelenjar minyak;
• Pertumbuhan sel-sel kulit yang ab-normal yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normal sebagaimana biasanya;
• Memiliki reaksi yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit yang ditumbuhi.
3. Jerawat Komedo (Vulgaris Acne)
Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit dan sel-sel kulit mati dari dalam tubuh terutama di bawah kulit. Komedo terdiri dari :
a. Pertama, komedo tertutup (whitehead) yang memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil, dan yang
b. Kedua komedo yang terbuka (blackhead), terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam.
Jadi dapat disimpulkan bahwa komedo sebenarnya adalah pori-pori yang tersumbat, dan itu bisa terbuka atau tertutup.
4. Jerawat Rosacea
Jerawat jenis satu ini pada umumnya muncul pada wanita usia antara 30 sampai dengan 50 tahun. Jerawat ini muncul diduga akibat adanya peradangan yang kemudian menimbulkan seperti lipatan pada hidung dan terkesan seolah-olah terliah bersisik. Apabila terkena jerawat jenis ini maka sebaiknya segera pergi berkonsultasi ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Masih ada beberapa jenis jerawat jenis lainnya yang telah ditemukan dalam dunia kesehatan. Tapi sengaja tidak diuraikan secara mendetail disini, karena biasanya jerawat jenis lainnya tidak umum ditemukan pada masyarakat Indonesia. Nah, dengan mengenal beberapa jenis jerawat, maka kita bisa mengenal kategori dan penyebab dari jerawat tersebut untuk kemudian bisa memperkirakan cara pengobatan dan obat yang tepat. Saran saya, jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara pengobatan jerawat yang tepat sebaiknya jangan menjadi dokter bagi diri Anda sendiri. Sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter kulit Anda. Sayangi diri Anda dan kulit Anda.
Langganan:
Komentar (Atom)