Sabtu, 30 April 2016

Apa Itu Jerawat dan Jenis-jenisnya?

Siapa yang tidak mengenal jerawat? Hampir dari kita baik perempuan maupun laki-laki semua mengenal dan pernah “jerawatan” di bagian tubuh kita. Entah wajah, punggung, kepala, tangan, dan lain sebagainya. Jika itu menimbulkan rasa sakit tentu itu mengganggu, tapi pada umumnya jerawat tidak begitu menimbulkan rasa sakit kecuali tersentuh tangan, itupun jika jerawat itu ada di bagian tubuh kita yang memiliki syaraf halus dan peka. Jerawat akan sangat mengganggu jika dia tumbuh di bagian wajah dan sangat nampak keberadaannya, terutama bagi kaum hawa tentu ini menjadi masalah tersendiri.

Jerawat pada dasarnya adalah keadaan di mana pori-pori kulit kita tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Jerawat adalah sebuah penyakit kulit yang memiliki jumlah penderita yang cukup besar. Seorang peneliti masalah jerawat ternama di dunia berpendapat, “Tak ada seorangpun di dunia ini yang kulitnya tidak pernah ditumbuhi jerawat. Kemungkinan besar penyebabnya adalah perubahan hormon yang merangsang kerja kelenjar minyak di kulit. Perubahan hormon lainnya yang dapat menjadi pemicu tumbuhnya jerawat adalah masa kehamilan, pemakaian pil KB, menstruasi, dan depresi atau stress“

Dari jenisnya, jerawat dapat dibedakan menjadi :
1. Jerawat Biasa
Jerawat biasa pada dasarnya adalah jerawat yang mudah kita kenali. Karena, kebanyakaan orang pernah menderita jerawat jenis ini. Jerawat biasa memiliki tekstur tonjolan kecil berwarna merah muda atau kemerahan. Jerawat ini timbul karena pori-pori yang tersumbat dan terinfeksi oleh bakteri jenis propioni bacterium acne. Bakteri ini biasanya berkembang di saluran kelenjar sebaceous yang tersumbat, yaitu di daerah tempat beradanya asam lemak pada kantung kelenjar sebaceous yang tersembunyi di dalam pori-pori kulit. Bakteri yang menginfeksi bisa dari kuas jari tangan, make up, lap wajah, juga telepon genggam. Faktor hormon, stress dan kelembapan udara, dapat mendorong kemungkinan munculnya jerawat.

2. Jerawat Batu (Cystic acne)
Kita bisa mengenali cystic acne ini dari ukurannya yang relatif besar-besar, dengan peradangan hebat, berkumpul diseluruh bagian muka. Berbeda dengan jerawat biasa, para penderita cystic acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yang menderita jerawat sejenis. Secara genetik penderitanya memiliki:
• Kelenjar minyak yang terlalu aktif sehingga membanjiri pori-pori dengan kelenjar minyak;
• Pertumbuhan sel-sel kulit yang ab-normal yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normal sebagaimana biasanya;
• Memiliki reaksi yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit yang ditumbuhi.

3. Jerawat Komedo (Vulgaris Acne)
Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit dan sel-sel kulit mati dari dalam tubuh terutama di bawah kulit. Komedo terdiri dari :
a. Pertama, komedo tertutup (whitehead) yang memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil, dan yang
b. Kedua komedo yang terbuka (blackhead), terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam.
Jadi dapat disimpulkan bahwa komedo sebenarnya adalah pori-pori yang tersumbat, dan itu bisa terbuka atau tertutup.

4. Jerawat Rosacea
Jerawat jenis satu ini pada umumnya muncul pada wanita usia antara 30 sampai dengan 50 tahun. Jerawat ini muncul diduga akibat adanya peradangan yang kemudian menimbulkan seperti lipatan pada hidung dan terkesan seolah-olah terliah bersisik. Apabila terkena jerawat jenis ini maka sebaiknya segera pergi berkonsultasi ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Masih ada beberapa jenis jerawat jenis lainnya yang telah ditemukan dalam dunia kesehatan. Tapi sengaja tidak diuraikan secara mendetail disini, karena biasanya jerawat jenis lainnya tidak umum ditemukan pada masyarakat Indonesia. Nah, dengan mengenal beberapa jenis jerawat, maka kita bisa mengenal kategori dan penyebab dari jerawat tersebut untuk kemudian bisa memperkirakan cara pengobatan dan obat yang tepat. Saran saya, jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara pengobatan jerawat yang tepat sebaiknya jangan menjadi dokter bagi diri Anda sendiri. Sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter kulit Anda. Sayangi diri Anda dan kulit Anda.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar